13 September 2012

Pantaskah?


"Seperti halnya org baik punya masa lalu buruk. Orang yg jahat pun masih memiliki harapan masa depan cerah :)" -@pewski

Mungkin aku salah satu orang yg punya masa lalu buruk. Entah sekarang sudah baik atau belum. Toh manusia hanya bisa terus berusaha meng-upgrade diri, bukan?
Dulu, aku seseorang yang... ah sudahlah, silahkan kau bertanya ada teman-teman masa kecilku. Mungkin tidak kelam, namun, entah. Aku sedikit tidak bisa menerima bahwa dahulu aku seperti itu.
Kemarin, sesuatu yg besar terjadi. Semacam kami berenam dilimpahkan sebuah tanggung jawab yg amat sangat luar biasa untuk dijalani. Mengapa luar biasa? Karena kami (berusaha) tak menganggap bahwa ini adalah beban melainkan sebuah proses menuju kebaikan dan kedewasaan.
Pantaskah? Aku rasa (aku) belum pantas memegang amanah ini. Belum siap menjadi tauladan yg baik juga belum siap menanggung nama ini di pundakku. Bahkan, aku sering lupa tujuan hakiki untuk semua hal yg kulakukan. Aku masih sering lupa kepadaNya.
Namun, dipaksa/terpaksa untuk menjadi baik adalah awal untuk membuat kebaikan itu menjadi sebuah refleks kata Mas Khulqi. Hmm, betul juga. Kalau aku tidak diberi kesempatan olehNya untuk memegang amanah ini, mungkin aku akan menjadi tetap 'buruk' hingga seterusnya. Aku ingin menjadi cahaya bagi sekitarku. Aku ingin mempersembahkan hidupku untuk sekitarku.
Sekarang aku sedang berusaha tuk terus menjadi lebih baik setiap harinya. Berjuang mempertahankan keluarga ini. Terus memberikan yang terbaik. Allah, tolong ridhoi kami :)

Sebelum belajar Kimia,

Ninis Prabaswari

29 August 2012

Sering Ku Lupa

Sering ku lupa bahwa  menjadi pemimpi itu tak mudah.
Sering ku lupa bahwa risiko menjadi pemimpi itu adalah mewujudkan mimpi itu.
Sering ku lupa bahwa mewujudkan mimpi itu perlu usaha yang sama sekali tidak sedikit dan butuh kesungguhan serta kesanggupan hati.
Sering ku lupa bahwa terkadang aku dibuat takut dengan adanya mimpi-mimpi yang sering melebur menjadi khayalan hingga tak lagi bisa kulihat batasnya.
Sering ku lupa bahwa khayalan dan impian itu berbeda. Terkadang aku menyamakannya hingga bingung harus bagaimana.
Sering ku lupa bahwa terlalu banyak berkahayal itu tidaklah baik. Dimanjakan oleh khayalan-khayalan tak masuk akal, tiada mungkin terwujud.
Sering ku lupa untuk menggapai segala impian yang telah kurencanakan. Terlena oleh hal-hal tak berguna yang diberi label 'anak gaul harus kayak gini, man!'
Sering ku lupa bahwa dunia ini tak melulu soal kesenangan walau kita remaja. Remaja tetap harus punya banyak mimpi yang akan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Sehingga kelak dari kalangan remaja saat ini dapat muncul orang-orang hebat yang akan menggenggam dunia.
Sering ku lupa bahwa aku pemuda. Dunia ada di tangan kita, hai para pemuda! Agent of Change, itulah kita.

Sering ku lupa bahwa cinta itu ada.
Sering ku lupa bahwa cinta itu abadi.
Sering ku lupa bahwa cinta itu selalu mengiringi langkahku.
Sering ku lupa bahwa cinta itu tak sebatas dan sesempit yang aku pikirkan.
Sering ku lupa bahwa cinta itu adalah anugerah dariNya. Tak sebatas cinta antara perempuan dan laki-laki.
Sering ku lupa bahwa kasih dan sayang orangtua adalah sebentuk cinta yang selalu ada.
Sering ku lupa bahwa cinta Tuhan pada kita adalah sebentuk kasih sayang yang luar biasa dan tak ternilai harganya.
Sering ku lupa bahwa aku harus terus bersyukur dengan hidup ini.
Sering ku lupa bahwa aku sudah beruntung hidup seperti ini. Dibanding dengan mereka yang tidak seberuntung aku.
Sering ku lupa bahwa senyuman tak melulu pertanda baik. Terkadang senyum palsu mudah dibuat.
Sering ku lupa bahwa meskipu senyuman tak selalu pertanda baik, namun mendapatkan senyuman yang tulus adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Sering ku lupa bahwa membuat orang tertawa adalah bahagia. Secara otomastis, bibir ini pun akan melengkung ke atas dengan sempurna membentuk senyuman.
Sering ku lupa bahwa makna dibalik kata "terima kasih" itu sangatlah indah. Terkadang, hatiku bergetar mendengar ucapan "terima kasih" yang diucapkan secara ikhlas dari hati sang penutur.
Sering ku lupa untuk mengucapkan "terima kasih" kepada kalian yang telah memberikan kebahagiaan-kebahagiaan kecil dalam hidupku. Sekarang, aku bisa bahagia karena ada kalian. Terima kasih.

Di atas seprai kotak-kotak, 29 Agustus 2012,

Ninis Prabaswari

06 August 2012

(Best)Friends

Terimakasih telah membantuku tuk keluar dari gelap itu. Saat-saat itu adalah metamorfosa paling indah dalam hidupku. Kalian mengerti rasa ini atau tidak pun aku tak peduli karena sungguh jasa kalia sangatlah besar, kawan. Namun, aku yakin masing-masing hati kecil kita pun berucap hal yg sama, terima kasih yg tiada terkira kepada satu sama lain.


Terima kasih atas semua memori itu. Yang tak kusangka akan terjadi ternyata terjadi juga. Terima kasih.

:') sudahlah, kata-kataku akhirnya habis. Perasaan ini tak terbantahkan lagi. Memang beginilah kita adanya. Saling bergantung dan tak akan terpisah...


AKU SAYANG KALIAN! 

05 August 2012

Move On

Judul tersebut mungkin mengundang banyak makna di benak remaja-remaja seperti saya ini. Jika ada yg berucap 'move on' maka langsung hebohlah tanggapan kami. Tak terkecuali aku ini.
Kemarin aku baru saja bukber (buka bersama) kelas IX6. Kelasku semasa SMP dulu. Kekerabatan yg sudah sangatlah erat hingga aku tak akan mau 'lepas' dari mereka. Karena secara tidak langsung, merekalah 'pembentuk' karakterku sejak di Jogja ini.
Tiba-tiba saja ada yg bertanya, "Ninis kapan move on?" karena saat itu ada salah satu temanku yg berujar bahwa dia baru saja move on. Mereka bilang move on itu berpindah hati dari hati yg lama ke hati yg baru. Hati yg lebih baik lebih menyenangkan lebih menentramkan. Namun, boleh kan pengertian setiap orang berbeda? Aku tak menyalahkan mereka yg berpikiran seperti itu. Sangat tidak menyalahkan. Tiba-tiba saja hal ini terlintas di benakku, bahwa move on tidak harus 'pindah' ke orang lain.
Menurutku, selama kita sudah tak memikirkan si 'dia' yg lama berarti kita (mungkin) sudah move on. Mungkin tidak logis kedengarannya, tapi aku merasa mengalaminya. Aku sudah tak memikirkan 'dia' yg lama (walaupun sometimes masih, tapi kuantitasnya sudah sangaaat jarang). Move on versiku itu, mencurahkan semua pikiran ke hal-hal yg kita sukai. Misalnya, saat-saat ini aku benar-benar mencari kesibukan yg membutuhkan konsentrasi. Kesibukan itu tak hanya satu. Otomatis, aku sudah lupa dengan segala urusan move on move on itu.
Move our life on! Itu yg aku pegang. Karena 'Life keeps moving on'. Hidup terus berjalan dan kita harus terus bergerak, terus maju, terus berproses menuju 'hidup yang lebih baik'. Mungkin terdengar idealis, tapi memang begitulah sejatinya ritme hidup sebagian besar manusia.
Aku disini masih terus bergerak, terus mencari, terus belajar, dan terus bekerja. Ayo jangan ratapi yg dulu-dulu. Ayo kita maju bersama menyongsong hidup! Kita, anak muda, masih punya masa depan yang cerah kalau kita masih terus berusaha. Move our life on!

Yang masih terus move on,
Ninis Prabaswari


21 July 2012

Selamat Ulang Tahun, Intan!♥

aku&intan awal awal baru ketemu. masih cupu -_-

Hari perkenalan, ngga ada yg spesial dari intan. Aku hanya tahu sosoknya berjilbab dan kulitnya putih. Bersih dan cantik. Setelah itu sedikit interaksi. Awalnya mukanya terihat judes sedikit tersenyum. Tapi aku tahu pasti anak ini menyenangkan. Setelah beberapa minggu kita menjadi nyambung kalo ngobrol. Ngobrol sama anak kelas juga udah mulai nyambung sebenernya --a terus apa spesialnya ya aku sama intan ini? --a ya....intinya ak paling sering ngobrol sama Intan.
Aku inget banget waktu itu hujan deras. Aku ngeliat ke arah jendela dan jadi inget masa lalu. Terus aku coba tanya-tanya sama Intan masa lalu nya kayak apa. Dan guess what... masa lalunya hampir sama kayak aku -_- dari situ kita cerita banyak...sampai sekarang :)
ini udah agak gaul dikit ._.

Terus Intan tuh pinteeeeer banget melukis dan hobi bikin sketch-sketch ga jelas di sketch book nya. DAN YANG PALIN BIKIN TERHARU dia menggambar "Happy Birthday Ninis!" disitu lengkap dengan sketch wajahku uuuu. Tapi aku barutau beberapa bulan setelahnya huhu.
Terus kita les bareng. Aku&Intan ga pernah sama sekali sati divisi di event, bahkan se event pun jarang, se ekskul pun jga enggak, aku juga bingung kenapakita bisa deket ._.
Ekspresinya intan, sampe sekarang masiiiiih galau tapi tetep cantik dong ya ;;)
Sekarang kita sekelas lagi dan les bareng lagi :') semoga tetep sukses bersama ya! ({})


Aku seneneeeng banget punya temen deket kayak Intan. Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun Intan :'D