05 August 2011

Titik Bangkit

Hallo,bloggers. Aku disini. Sendiri. Tiada yang menemani.... *malah nyanyi* hehehe bawaannya jadi gini nih kalo mau bikin postingan serius. Jangan diketawain ya =p

Sore ini sungguh mengubah hidupku. Hidup itu lucu, penuh fantasi. Seenaknya perasaan membolak-balikkan suasana hati.
Tadi, pukul 13.30 aku dikagetkan oleh suatu berita tak terduga. Mood-ku hancur seketika. Menangis adalah hal terbaik saat itu. Aku duduk di depan Mushola Bawah. Disanalah air mata ku perlahan jatuh membasahi rok sekolahku. Ada rasa hangat menjalar ke hatiku ketika 2 teman-teman yang baru aku kenal 3 minggu itu ada di sampingku, menghoburku. Memberikan sebuah rasa yang setiap manusia dambakan. Kehangatan.
Kemudian, ada seseorang berjalan mendekatiku. Ternyata itu adalah seorang kakak kelas, padmanaba 67, sadyapaka kelasku saat MOP-PPLB dulu. Terus -sebuat saja- Mbak V memelukku. Subhanallah, terimakasih ya Allah Engkau telah memberikan orang-orang seperti mereka.
Aku tetap melanjutkan aktivitasku yang selanjutnya, penutupan Salam Ta'aruf. Aku berharap kegiatan ini bisa membuat senyumku kembali. Ternyata dugaanku benar. Banyolan-banyolan mereka yang super 'mambu' itu berhasil membuatku tertawa. Alhamdulillah.
Tapi setelah semua kegiatan itu selesai...mereka semua -teman-temanku- bergegas menuju rapat event masing-masing. Sedangkan aku? Hanya mampu meratapi nasibku.
Lalu aku berpikir. Apa ada yang salah denganku? Apa yang kurang hingga aku tak bisa mencapai apa yang kuinginkan? Lalu...air mataku jatuh, lagi.
Aku pulang. Sendiri. Naik bis. Sungguh, sebenarnya saat itu banyak teman-temanku yang berada dalam satu bis yang sama. Dan sungguh aku tidak punya niatan untuk menyapa apalagi ngobrol. Maaf ya teman-teman :'3
Di Trans Jogja itulah aku merenung akan arti semua ini. Aku merenungi semua yang telah terjadi selama tiga minggu menjadi siswa SMA. Bahagia? jelas! Sedih? sering...hehehehe:'>
Tapi aku yakin, ini adalah suatu titik tolak bagiku. Aku harus lebih maju dari mereka semua.


"Banyak jalan untuk berbakti kepada Padmanaba" -Mbak Vivin, Padmanaba 67

Ya meskipun aku tidak sehebat mereka, tapi aku yakin suatu saat aku bisa memberikan seluruh tenaga,waktu, dan pikiranku untuk sekolahku tercinta, SMA 3 Yogyakarta. Dan tentu saja untuk keluarga baruku, Padmanaba terutama Padmanaba 69.
Amin.

No comments:

Post a Comment